Mudeng ra Mudeng

Melewati

Posted in Tak Berkategori by nDuk on 17 Maret 2012

…….Hey kamu! Para pria idaman panci atau para wanita pujaan cobek! apa saja yang kamu lewati untuk sampai ke tempat dimana kamu mengumpulkan berkarung-karung rupiah?. Gak penting untuk saya tau apa jawabannya, itu hanyalah sebaris kalimat pembuka yang basa-basi saja maksudnya. Baiklah, kali ini saya akan ceritakan apa-apa saja yang harus saya lewati untuk sampai ke tempat dimana saya menghabiskan sebagian waktu.

…….Walaupun, meskipun dan biarpun kamu gak pakai tanya, dengan berbesar hati saya akan tetap beritahu bahwa saya sekarang ini untuk sementara tinggal di daerah perkebunan karet. Wilayah itu tepatnya di Dolok Merangir, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, kode pos 21155, dengan nomor sepatu 38. Saya nebeng di rumah mbak yu, rumah pemondokan yang disediakan khusus untuk para karyawan. Mbak yu dan suami beliau adalah salah dua dari sekian banyak karyawan, oh ya, PT. Bridgestone nama perusahaannya, keren kan?. Saya tidak akan menjawab mengapa itu PT. Bridgestone bisa bercokol di sana, bukan karna apa dan mengapa, namun memang karna saya tidak tau! Tidak mencari tau! Dan tidak mau tau! Entaran deh kalo kepepet baru saya cari tau, tau kamu?!*heleh. Kalau kamu penasaran minta saja bantuan google yang baik hati itu.

…….Langsung saja saya ceritakan, dimulai naik angdes yang kalau pagi lewat depan rumah, saya melewati pabrik pengolahan karet yang bercap PT. Bridgestone. Lumayan wangi duit kalau lewat depan pabrik ini.

…….Trus, saya harus lewati perkebunan karet yang beribu-ribu hektar luasnya, bukan…, bukan…, itu bukan milik saya. Jangan bercanda kamu, kalau itu kebun adalah milik saya sudah barang tentu kamu akan saya beli! Gak pake nawar apalagi kredit, langsung saya beli cash! Anggap saja dirimu sebotol air minum mineral, okey?. Itu kebun masih bercap PT. Bridgestone juga.

…….Trus, setelah melewati perkebunan, saya akan melalui wilayah kecamatan Tapian Dolok biasa disebut dengan “Beringin”. Nha, di sepanjang jalan ini, bisa dilihat deretan rumah-rumah penduduk, rumah-rumah makan, pabrik-pabrik, dan pergudangan. Rumah makan burung goreng yang katanya yahuud itu adalah salah satunya. Saya sih cuma lewat doank, diantara kamu adakah yang berkehendak  mentraktir?. Seandainya ada, ajakan itu sudah pasti akan langsung iyakan tanpa harus berfikir lagi 4×3 itu hasilnya berapa. Dan lagi-lagi, saya juga kurang tahu ada pabrik apa saja di sepanjang jalan itu, berharap saja semoga tidak ada pabrik tuyul di sana, bisa bangkrut negara ini.

…….Trus, sampailah di kawasan kotamadya Pematangsiantar. Wilayah kota terbelah atas dua jalan besar, jalan Sutomo dan jalan Merdeka. Tempat saya memboroskan waktu ada di jalan Merdeka. Di jalan Sutomo-Merdeka saya akan melewati mini market, rumah sakit, bank, kantor walikota, perpustakaan kota, deretan-deretan toko dan tentu saja Pajak Horas. Pemandangan yang umum saya lihat dipagi hari yakni : kala melewati mini market biasanya ada dua orang karyawan yang nungging-nungging ngebersiin kaca, di lapangan rumah sakit biasa ada beberapa orang yang senam, dan kalau lewat pajak horas bisa ngeliat bunga warna-warni yang dijual di trotoar jalan, juga barisan becak BSA Siantar yang biasa ngetem di pinggiran Pajak Horas. Ups, hampir aja kelupaan, roti ganda yang terkenal itu ada di jalan Sutomo, setiap pagi lewat toko ini selalu terbesit niat saya untuk membelikan kamu barang sepotong dua potong, namun apalah daya tokonya masih tutup. Agak siangan? Mohon dibaca ulang  bahwa niat saya adanya cuma kalau pagi saja. Tidak jauh dari Pajak Horas sampailah saya.

…….Trus, kalau pulang saya masih menyusuri jalan yang hampir sama, hanya saja tidak lagi melewati jalan Sutomo. Sudah itu saja, SDTK ya (Sekian Dan Terima Kasih)

…….Eh ya, saya belum cerita ya? kalau pagi di jalan Merdeka tepatnya di halte depan Bank Sumut, saya sering melihat seorang pria yang wajah dan kegantengannya nyaris mirip Hakangnya , salah dink, bukan mirip yang itu waktu Hakang masih brondong, tapi mirip yang ini sesudah Hakangnya beranjak renta 😛 , mirip plek! sak andeng-andenge. Ya, kalau kadar ganteng Hakangnya 45%, si Bapak yang di sono 99% lah, beda tipis!. Entar kapan-kapan kalau saya ada niat semua yang saya lewati plus si Bapak yang mirip Hakang bakal saya foto, jangan cemas, pokoknya saya gak janji deh…

…….SDTKSL (Sekian Dan Terima Kasih Sekali Lagi)

Iklan

8 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. nDa said, on 17 Maret 2012 at 14:54

    melewati 7 lampu merah! #rapenting #ratakon #raurus
    ***
    Melewati 7 lampu merah? Emang kalau lampu merah bisa lewat? sekolah dimana sih? 😛
    contoh genDuk nih, gak sekolah! 😀

  2. phingai said, on 17 Maret 2012 at 15:40

    tulisannya keren..

    nice posting!
    ***
    Anda telat mengatakan kalau ini tulisan keren, tapi tak apalah. Terima kasih atas kunjungannya, Gan

  3. LJ said, on 17 Maret 2012 at 15:43

    whuiihh banyak yang ngelike..
    ***
    Ah, biasa itu 😎

    di blog eMak kagak pernah ada yg ngelike tuh.
    ***
    Kasihan…turut berduka deh 😦

  4. Penunggu Grojogan said, on 17 Maret 2012 at 15:52

    salam kenal
    ***
    Balik salam

    mantap infonya gan,
    ***
    Ember..

    kunjungan balik and follow balik ya gan..!
    ***
    Entar deh kalau sempat 😛

  5. Reras said, on 17 Maret 2012 at 16:38

    selamat sore, bieLung.
    ***
    Sudah malam ini, Rer

    Reras suka baca tulisan bieLung kali ini
    padat dan berisi..
    ***
    Montok dan semok juga kan 😎

    ditambah isinya ada dua foto remaja ganteng
    suka deh..!
    ***
    Kamu Rer, tau aja ada orang ganteng

  6. Rein said, on 17 Maret 2012 at 16:44

    setiap pagi hari Rhein juga berniat kirimin lontong sayur wat bieLung,
    sayangnya Rhein selalu bangun kesiangan.
    ***
    Gak apa2, gak usah repot2 Rhein, lagian kalau itu lontong Rhein kasih ke bieLung, udah bakal dah tuh ditaburin formalin buat awet basinya, ya kan?

    di pajak horas itu semua yang dagang namanya Butet ya bieLung..?
    kayak nama eMaknya.. dulu dagang di situ juga.
    ***
    Gak ah, segala macam nama ada, Paijo, Paiji, Paija ama Paije juga ada kok. Keknya dulu eMak bukan dagang deh, tapi kuli panggul, coba nanti Rhein tanya ke eMak lagi ya, takutnya bieLung salah.

  7. Hakangnyah said, on 17 Maret 2012 at 19:42

    @#$%F^%&* ()≥2 gc2*^0 <<–belajar ngetik
    ***
    Gak papa, mananya juga lagi belajar, salah-salah dikit atau gak bisa dibaca sama sekali gak masalah, sekali lagi, namanya juga belajar. Teruslah giat belajar, anak muda.

  8. Trikora said, on 11 September 2014 at 16:22

    Mari kita rapatkan barisan untuk Simalungun yang lebih baik
    http://bonapetruspurba.wordpress.com/


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: