Mudeng ra Mudeng

Lembu

Posted in Tak Berkategori by nDuk on 15 Desember 2013

……Karena memang jaraknya lumayan jauh dari kota, saya terima jika kamu katakan bahwa kampung saya adalah tempat pocong buang angin, tak apa. Dan karena jarak pula, tanpa kamu sadari sebenarnya kampung kita sama, jika kampung saya kamu sebut demikian, maka kampung kamu saya sebut sebagai tempat jin ngumpetin upil. Kita senasib, kawan. Warga yang ramah, suasana yang damai, udara segar, dan segala kebaikan yang ada, menjadikan kampung sebagai tempat yang sering kita rindui untuk kita datangi, di samping mall tentunya.

……Dan lembu, kita semua tau dan hafal betul seperti apa bentuk hewan berkaki delapan, dibagi dua, dikali satu, dikurang nol tersebut. Jika diantara kamu ada yang bilang tidak tau, sini, silahkan datang ke saya, biar saya beri cabe itu kamu punya mulut agar tak lagi asal bicara. Di kampung saya hampir semua kepala keluarga memelihara lembu, walau belum tentu milik sendiri. Sebagian ada yang menggunakan sistem buka tutup, salah, sistem bagi hasil, emak adalah salah satu diantaranya. Warga menyebutnya dengan paroan atau separuhan. Separuhan itu bukan berarti setengah badan sampai ke kepala lembu adalah milik saya dan setengah ke bawah adalah milik saya juga, e, milik kamu, bukan begitu. Nha, dengarkan saya bagus-bagus, sistem paruhan itu adalah begini, ibaratkan saja kamu pemilik lembu dan saya yang mengurusnya, jika lembu tersebut beranak, maka nilai (harga) anak lembu akan kita bagi dua, dengan induk tetap milik kamu. Tapi jika status lembu kamu masih perawan, dalam artian belum pernah beranak, dan saya sebagai pengurus telah mengurus lembu tersebut dari pedet (anakan lembu) hingga beranak, maka anak pertama dari lembu tersebut adalah milik saya sepenuhnya, indukan tetap milik kamu. Bingung? Kamu tinggal baca aja pake bingung, apalagi saya yang harus ngetik dan berfikir keras? Ra uruslah, mau binggung atau enggak. Biaya persalinan, jamu, sampai among-among (selametan ala kadarnya) menjadi beban bersama. Bagaimana jika sudah berpuluh-puluh tahun lembu kamu belum beranak pinak juga?. Jika memang demikian, maka bukan lagi kesabaran yang diperlukan, namun lebih ke kejelian mata, coba kamu cek lagi jenis kelaminnya, ada tongolannya gak?. Cap lonceng atau cap kupu-kupu? Pastikan lagi keakuratannya. Jikapun tidak demikian, maka segeralah bawa dokter, mungkin lembu kamu mengalami disorientasi seksual, bisa jadi?. Kalau mau simpel dan gak ribet gendong saja ke tukang jagal, atau dijual saja, karena memang ada lembu yang tidak bisa beranak. Lembu yang begitu disebut majer. Dan, setelah mulut saya berbuih menjelaskannya, apakah kamu tertarik?. Jangan bercanda, di kampung saya tak ada yang berniat paruhan kutu air, simpan saja itu baik-baik di kaki kamu.

 ……Ketimbang investasi panci, saya rasa masih jauh lebih baik berinvestasi lembu. Karna program KB tidak digalakkan di dunia perlembuan, lembu yang sehat mampu beranak setahun sekali. Dengan laju inflasi yang hanya sekian persen, ditambah dengan stabilnya harga terasi dan dengan tingkat mortalitas yang sangat rendah, bayangkan, berapa banyak keuntungan yang dapat dirauk dalam tiap tahunnya. Bagaimana? Menjanjikan sekali, bukan?.

……Rata-rata lembu diberi nama. Yang jelas tidak ada yang bernama genDuk, standart saja seperti, Paul, Roberto, atau Jesica, gak lah, paling namanya seperti plontang, keling, jembres, dlsb. Jangan tanya apa arti namanya, lembu-lembu tersebut saja tak pernah ambil pusing, kenapa kamu yang sewot?. Setiap orang bebas menentukan caranya sendiri-sendiri untuk menggunakan hasil jerih payahnya. Saya tau, deposito kamu tersebar di 10 bank, belum lagi 32 biji gigi emas kamu yang masing-masing beratnya 1 kilo itu, ditambah ketombe yang berhektar-hektar lebarnya, mungkin kamu tak akan butuh paruhan lembu, untuk apa lagi coba?. Betul, harta tak ikut dipendam. Berbeda dengan kamu yang sudah berlimpah ruah harta, di kampung saya lembu sangat vital peranannya. Untuk “jaga-jaga” adalah alasan warga memelihara lembu. Bukan berarti digunakan sebagai satpam, namun lebih kepada lembu tersebut digunakan untuk segala macam keperluan, misal, untuk biaya berobat, untuk menyekolahkan anak, untuk mijat punggung juga bisa, silahkan kalau mau mencoba.

……Saya bukan agen lembu yang ingin mengajak kamu berbisnis lembu, bukan, bisnis kutil saja saya tidak berani. Walaupun ini postingan entah hapa-hapa, saya hanya ingin berkoar tentang lembu di kampung saya yang banyak memberikan manfaat bagi pemeliharanya, itu saja. Karena sekarang ini segala macam hari diperingati, jadi sekalian saja, selamat hari lembu untuk para lembu-lembu, untuk para seluruh pemilik dan untuk pengurus beserta jajarannya. Terimakasih.  Salam lembu!

Iklan

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. lazione budy said, on 17 Desember 2013 at 03:30

    minat bro, investasi yg menjanjikan buat ke depan.
    ***
    Kalau saya sih mending investasi di warteg, sis 😀

    hidup lembu, sapi, kebo dan sebangsanya!
    ***
    Hidup manusia! (sayakan sebangsa manusia, tauk deh ente sebangsa apa 😛 )


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: