Mudeng ra Mudeng

Anak SMA Bispak

Posted in Tak Berkategori by nDuk on 4 Januari 2014

……Anggap saja cerita ngawur ini memang ngawur atau lebih ngawur dari ngawur, nenek moyangnya ngawur begitulah kira-kira. Namun, jikapun kamu amat ingin menganggap ini adalah cerita yang layak diapresiasi dan pantas dijadikan referensi, saya sama sekali tidak keberatan. Mmm…yang sudah merasa gak enak badan atau gak enak hati dengan kata-kata saya tadi, silahkan saja pergi dari sini, tapi jangan salahkan saya ya kalau besok badan kamu pada bentol-bentol. Sekarang jangan berisik, saya akan mulai cerita ngawurnya.

*

……Peristiwa ini terjadi di ruangan yang dalam keadaan ramai sentosa. Jika ada kesempatan, soal waktu dan tempat peristiwa ini terjadi bisa kita negosiasikan lagi di kemudian hari.

“Pagi anak-anak…!”

Pagi, paaaak…!

“Karna sikat gigi bapak hilang entah kemana, maka sudah bapak putuskan hari ini kita akan belajar menggambar. Sekarang ambil buku gambar kalian masing-masing. Tugas kalian adalah menggambar seorang pelajar dan alat transportasi. Nilai yang akan bapak berikan tidak dapat diganggu gugat, sebab itu silahkan maksimalkan tenaga dalam kalian sampai pada titik tertinggi”

Pak, pak, kalau bapak sedang sakit kepala, kita belajar apa?

“Kita akan belajar berhitung”

Kalau jemuran bapak gak kering? Kita belajar apa, pak?

“Kita belajar petak umpet! Sudah, sudah, kerjakan apa yang bapak titahkan tadi. Bapak beri waktu 30 menit dari sekarang”

Cepet banget, pak. Tambahin donk, jadi 2 tahun gitu?

“Semakin banyak kamu bicara semakin banyak waktumu terbuang, sudah kerjakan saja!”

*

* Sepuluh menit lewat tiga detik kemudian 

“Sudah?”

Belum paaaaak….!!

*

* Sepuluh menit lewat tujuh detik kemudian

“Sudah?”

Beluuum…..!

*

* Sepuluh menit lewat dua puluh menit kemudian

“Waktunya sudah habis gak bersisa, sekarang saatnya penilaian. Miun! Kamu duluan, bawa ke depan hasil gambar kamu. Tunjukkan mana gambar pelajar dan alat transportasinya”

Ini dan ini, pak

“Miun, ini gambar apa?”

Ini gambar Anak SMA, ini gambar bis, pak. Anak SMA Bispak, dan sudah saya tulis namanya di bawah gambar.

“Gambar Anak SMA macam apa ini?!!”

anak sma bispak

Ssstttt…bapak jangan keras-keras, nanti kita ketauan. Kita tunggu aja paling anak SMAnya bentar lagi keluar dari toilet.

“Appah?!”

Bapak mau nunggu, gak? Atau nanti saja kalau sudah keluar dari toilet wanita baru saya beri tahu, gimana? Anak SMAnya cakep loh, pak, beneran.

“Ha sudah, sudah…gak betul itu. Sekarang tunjukkan mana gambar alat transportasi kamu”

Yang ini, pak

“Hiyah! Yang begini kamu bilang alat transportasi!?. Inikan gambar matahari, Miun!!”

Siapa bilang ini matahari? Bapak salah lihat, jelas-jelas ini gambar bis, pak.

 anak sma bispak juga

“Hah? Gambar apa??”

Gambar bis. Bispak, kan sudah saya tulis di bawah gambar, kalau itu bis, bispak!

“Bukan, ini gambar matahari! Gambar bis darimana?!. Mau dilihat pake kaca mata kuda juga ini jelas gambar matahari, Miun!

Yaa…, pak. Bapak kan tau gimana keadaan ekonomi keluarga saya, saya mampunya hanya  gambar stiker bisnya dulu. Nha, nanti kalau bapak saya sudah kaya saya pasti bakal gambar bisnya. Saya janji deh, pak.

“Haduuh… kamu ini!! Saya gak ngerti jalan pikiran kamu”

Jangankan bapak, saya yang punya pikiran aja gak ngerti jalan pikiran saya sendiri, pak. Jadi gambar Anak SMA Bispak saya dapat nilai berapa, pak?

“Kamu tunggu saja minggu depan. Sudah sana, kembali ke bangku kamu! Pusing kepala saya lama-lama lihat gambar-gambar kamu ini”

*

……Karena muridnya ada 45 orang, dan rata-rata mempunyai kemampuan seperti Miun, maka alangkah baiknya cerita ini saya sudahi sampai di sini saja. Bayangkan jika saya harus menceritakan masing-masing siswa, bisa puyeng tujuh turunan saya ngarangnya. Dan untuk kata bispaknya terlalu maksa banget, maafin ye…

*

“Artikel ini turut mendukung gerakan PKK Warung Blogger”

Iklan

6 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Warung Blogger said, on 4 Januari 2014 at 23:23

    Terima kasih sudah turut mendukung gerakan PKK

    Artikel sudah tercatat sebagai peserta
    ***
    Kembali kasih, Min.

  2. lazione budy said, on 5 Januari 2014 at 03:35

    koplak!
    ***
    Biar kata koplak tapi keren tak tertanggungkan kan? 😎

    haha.., ini bis-pak.
    nah kalau kasih strip aman kan pak.

    😀

    ***
    Biarin aja begitu, mas. Gak usah pake strip2an segala, biar langsung plong 😀

  3. Kerikil Berlumut said, on 5 Januari 2014 at 16:34

    Hwahahaha bis-pak…
    ***
    Hussh..jangan lebar-lebar ketawanya, ntar cacingnya keluar dari mulut, kan sayang tuh 😛

  4. Moch.Mochklisin said, on 6 Januari 2014 at 00:57

    Hahahahahaha… pak gurunya harus sabarrrrr…..
    ***
    Iya, pak gurunya harus sabarrrr, dannnn gantengggggg….

  5. Gustian Ri'pi said, on 6 Januari 2014 at 13:35

    hahaha, kasian pak gurunya
    ***
    Kalau saya sih kasian yg mbaca beginian, mas 🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: