Mudeng ra Mudeng

Pusda

Posted in Tak Berkategori by nDuk on 29 Mei 2014

……Ya paha ayaam… rupanya sudah hampir tiga bulan saya gak posting, cih! Kok bisa keren banget sih saya ini?. Dan, tarra…sekarang saya posting untuk ngilangin rasa kangen kamu, kamu, kamu dan ya, kamu juga, kamu iya juga dan kamu semuaaaa….yeaah, beri tepuk tangan yang keras buat saya. Semoga dengan munculnya postingan ini rasa kangen kamu yang dulunya menggunung dapat berkurang, walaupun belum bisa sampai membisul (sekecil bisul, gitu) setidaknya sudah sedikit membukit lah, ocey?.

……Judul di atas adalah pusda, bukan singkatan dari pupus sudah atau pusat dada, melainkan perpustakaan daerah, uhuk! Gaya bener saya ini ngomongin perpustakaan (mbenerin letak bibir). Di postingan perdana setelah sempat tenggelamnya saya selama beberapa waktu lalu, saya akan membeberkan hubungan saya dengan si pusda itu dengan segamblang-gamblangnya, menurut saya. Agar kamu tak lagi bertanya-tanya, langsung saja saya beritahu apa saja yang sudah saya lakukan selama ini dengan pusda. Hiyak! betul, namanya juga perpustakaan, di pusda saya bisa baca-baca, pinjam buku, numpang ke kamar kecil juga bisa kalau lagi kebelet dan, sssttt…ini yang paling, paling, paling, dan paling penting di atasnya penting, saya bisa berlagak sok kutu buku, catet! (mbenerin letak kacamata). Tapi yang paling mendasar dan utama yang membuat saya menjalin hubungan dengan pusda adalah bahwa saya bisa membaca dua buah buku setiap minggunya secara gratis, tis!. Saya emang penggemar gratisan, karna hari gini harga buku masih aja mahalnya bukan main, mencekik leher dan melilit perut.

……Buku bergenre apa yang sering saya pinjam? Saya mohon pusatkan perhatian kamu, lalu coba lihat tampang saya, gimana? Ada hidungnya? Eh salah, gimana? Ada jawabannya? Hiyak! Betul lagi, buku yang saya pinjam adalah buku-buku yang di klasifikasikan ke dalam kode 813 di pusda di tempat saya minjam, silahkan jambak rambut kamu kalau bingung kode untuk buku berjenis apakah itu. Saya tidak rutin seminggu sekali nyambangi pusda, apalagi kalau kerjaan lagi unyu-unyunya, maka itu saya sering kena denda karna telat ngembalikan. Untuk satu hari keterlambatan, denda yang dikenakan sebesar lima ratus rupiah per satu buku. Saya yang bergaji pas-pasan masih bisalah berlagak sombong kalau hanya untuk membayar denda yang cuma segitu itu. Apakah semua buku yang pernah saya pinjam telah ludes saya baca? Tampang macam saya ini? Ha ya jelas tidak semua sudah habis saya baca. Karna apa? Karna buku tak pernah ingin dimengerti, hanya wanita lah yang selalu ingin dimengerti, heleh. Ada yang masih sebagian saya baca, ada yang masih seupil doank, tapi kebanyakan buku yang sudah saya kembalikan sudah habis saya baca, ya walau intisarinya seringnya gak dapet.

……Saya berterimakasih sekali kepada bapak dan ibu guru saya dulu yang telah mengajari saya membaca, yang selanjutnya mempertemukan saya dengan pusda. Coba kalau saya tidak bisa membaca, mungkin pusda akan saya anggap seperti hutan rimba yang tidak pernah akan berani saya menjajakinya. Kamu sudah punya kartu pusda juga? Belum? Aduh! Sayang banget, kalau kamu suka baca, coba deh sekali-kali kunjungi perpustakaan di daerah kamu, siapa tau buku yang selama ini kamu cari-cari ada di sana. Eh ya, sudah dulu ya, saya sudah menjelaskan dengan gamblang hubungan saya dengan pusda, dan saya juga sudah bingung harus ngarang gimana lagi. Ya sudah, yuk mari kita manfaatkan pusda, mana gratis juga.

Iklan

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. LJ said, on 29 Mei 2014 at 20:48

    klo naik tj emak selalu turun di halte portablenya perpus.. cuman bbrp langkah dr bengkel.
    tapi belum pernah mampir.. 🙂
    ***
    Wah..sayang bener, mak, padahalkan emak bisa tepe2 (tebar pesona) gitu 😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: