Mudeng ra Mudeng

Ambulans

Posted in Tak Berkategori by nDuk on 8 Juni 2014

……Akhir-akhir ini kerjaan saya emang lagi imut-imutnya, jika sudah begitu pasti pulang kerjanya lewat dari jam yang semestinya. Menurut ketentuan saya pulang jam 5 sore teng, maka atas dasar tanggungjawab dan loyalitas seorang pekerja outsource yang keren ini terhadap perusahaannya, mau tidak mau saya pulang lebih lama, jam 5 lewat 60 detik!. Sekali-kali jika kerjaan tak lagi masuk kategori imut apalagi menggemaskan, namun sudah mulai membikin muncung menjadi puanjang, mencucu kayak ikan cucut plus muka ketat udah kayak celana dalam baru, saya pulangnya pun tambah lebih lama, sudah lewat senja. Pulang saat matahari mulai tidur, bagi saya yang naik angdes untuk bolak balik ke tempat kerja tentu akan menjadi sedikit ribet. Saya tau, kalau kamu sih pulang kerja jam berapa aja pasti gak pernah ada ribet-ribetnya, hawong kamu pergi pulang kerja naik heli. Bukan, bukan helikopter, tapi heli guk…guk..guk… ke mari, guk…guk…guk… ayo lari-lari, iya kan? Hayo ngaku…

……Angdes saya ngetem sampai jam 6 sore, terkadang lewat-lewat dikit. Jangan ragukan kemampuan saya, saya yang tangkas dan perkakas sudah barang tentu mengantongi nomor handpone mandor yang biasa mengatur keluar masuknya angdes yang saya naiki di terminal. Jika pulang telat, hal pertama yang saya lakukan adalah menelepon mandor tersebut, tentunya untuk menanyakan berapa nomor togel yang bakal keluar esok hari, gak dink, untuk memastikan saja masih ada atau sudah tidak ada lagi angdes di terminal. Kalau beliau menjawab sudah habis, berarti langkah selanjutnya adalah mencari selamat diri masing-masing.

……Saya punya 3 rencana jika angdes sudah tidak lagi ada. 3 rencana saja sudah cukuplah gak perlu sampai 100 rencana, capek saya njabarinnya kalau sampai 100, kamu sih enak di situ, tinggal mbaca dan duduk-duduk doank.

……Rencana pertama adalah dengan numpang ambulans. Kuping kamu emang gak salah dengar, karna saya memang benar-benar numpang ambulans. Kapan lalu saya pernah bilang kalau saya tinggal di rumah mbakyu di daerah perkebunan. Dan mbakyu saya kebetulan salah satu perawat di poliklinik perkebunan tersebut. Pasien yang butuh penanganan lebih lanjut biasanya dirujuk ke rumah sakit di Pematangsiantar, selain itu ada juga pasien yang butuh konsultasi ke dokter spesialis yang adanya juga di Pematangsiantar, yang terdekat dari sinilah. Peluang ini pastinya tidak saya sia-siakan begitu saja. Sekali lagi, dengan ketangguhan dan keperkakasan saya, beberapa nomor handphone sopir ambulans sudah saya kantongi dengan mudahnya, betapa membanggakannya saya ini.

……Jika akan menumpang, langkah awal yang saya lakukan adalah tanya ke mbakyu terlebih dahulu untuk memastikan ada atau tidaknya ambulans yang mengantar pasien ke Pematangsiantar. Bila jawaban dari mbakyu ada, langkah tangkas saya selanjutnya adalah menelepon sopir yang bersangkutan, saya ini cerdas sekali, bukan?. Kalau ambulans tersebut memang masih berada di sekitar Pematangsiantar, jadi deh saya numpang sampai di depan rumah, karna untuk menuju poliklinik memang mesti lewat dari depan rumah mbakyu. Saya biasanya nunggu ambulans di rumah sakit Vita Insani, rumah sakit yang jadi rujukan pasien dari poliklinik di perkebunan tempat mbakyu saya kerja. Ntar deh, kalau kamu berkunjung ke Pematangsiantar, akan saya ajak jalan-jalan ke rumah sakit Vita Insani. Apa? Kamu bilang ogah jalan-jalan ke rumah sakit? Sekali-sekali perlu juga kale, jangan melulu jalan-jalan ke gunung, ke pantai, ke panti pijat, atau ke mana aja yang asik-asik melulu, tujuannya adalah agar kamu lebih, lebih, lebih dan lebih bersyukur atas nikmat sehat yang nemplok di kamu, camkan itu!. Terkadang saya juga nunggu ambulans di depan tempat saya kerja, kebetulan jika ambulans akan pulang, jalan yang harus dilewati adalah jalan di depan tempat saya kerja. Apakah saya gak malu numpang ambulans? Idih! Saya rasa akan lebih memalukan kalau saya numpang lamborghini tapi cuma dicipratin comberan doank.

……Sebagai calon penumpang ambulans yang cukup punya udel, saya seringnya naik di belakang, kadang bareng pasien, kadang sendirian. Saya gak pernah maksain minta duduk di depan, karna yang di depan biasanya abang sopir dan perawat pendamping, masa iya sih saya minta dipangkuin sama abang sopir? Di mana udel saya coba?!. Duduk di belakang sendirian apakah saya gak takut? Takut sama hantu maksud kamu? Kenapa harus takut, hawong saya lebih serem dari hantu. Pokoknya hantu bawaannya pengen nabok mulu begitu lihat saya, soale ada saingannya.

……Rencana saya yang ke dua yakni dengan naik bus yang ke arah Medan. Kalau masih belum begitu larut, saya masih bisa memilih-memilah bus mana yang akan saya naiki. Setidaknya saya bisa memilih apakah penumpangnya ada perempuannya atau tidak, maaf gender, tapi itu perlu loh, atau busnya kira-kira kencang-kencang atau tidak. Saya paling ogah kalau naik bus yang kencangnya bukan main, sopirnya ngebut macam buru-buru mau ngangkat pakaian di jemuran karna udah gerimis. Namun, kalau sudah agak larut, apa boleh buat? Bus bermodel dan berjenis kelamin apa saja akan saya naiki asal lewat simpang tempat saya berhenti, tak perlu kamu ajari, tentu saja saya selalu berdoa agar selamat. Nanti di simpang saya akan dijemput oleh abang ipar atau bisa juga naik ojek kalau tidak ada yang jemput, atau bisa juga jalan kaki jika tidak ada yang jemput dan jika tidak ada duit buat mbayar ojek. Dua putaran kelender waktu yang diperlukan dari simpang untuk sampai ke rumah, heleh, yang ini sih kalau simpangnya di Nigeria sana, kalau di simpang tempat saya berhenti, cukup 10 menit saja dengan bersepeda motor, 1 jam dengan berjalan kaki, 1 harian dengan ngesot, terserah tinggal pilih mau pakai cara yang mana.

……Rencana saya yang ke tiga adalah dengan numpang tidur di rumah teman. Rencana ini adalah yang akhir, akan saya laksanakan jika rencana pertama dan ke dua sudah tidak bisa lagi diharapkan. Pertimbangannya adalah daripada saya tidur di pinggir jalan nungguin bus gak datang-datang, maka lebih baik saya tidur di rumah teman, syukur-syukur dapat makan malam, solusi yang cerdas, bukan?

……Karna saya udah capek ngetik, dan kamu cuma mesam-mesem doank, saya sudahi saja posting gak penting kali ini. Sekian.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: