Mudeng ra Mudeng

Rojer

Posted in Tak Berkategori by nDuk on 21 Juni 2014

……Apakah kamu yang hidungnya sama mekarnya dengan saya tahu apa itu rojer?. Salut bila kamu sudah tahu dan mengerti, berarti saya perlu acungkan celurit untuk menghormati kemampuan kamu. Saya baru tahu bahwa ternyata pengetahuan kamu sungguh begitu luasnya, seluas daun kelor. Rojer adalah kata yang digunakan di daerah saya untuk menyebutkan barang-barang bekas yang dijual. Barang bekas tersebut umumnya berkaitan dengan gaya, misal pakaian bekas, sepatu bekas, tas bekas, eh, ada juga dink sprei bekas, cutton bud bekas tidak termasuk.

……Ada hubungan apa antara saya dengan rojer?. Hubungan kami adalah baik-baik saja, saling menghormati satu sama lain. Saya menghormati rojer sebagaimana layaknya barang bekas yang harus dihormati dan mungkin rojer juga menghargai saya sebagai salah satu makhluk keren di muka bumi ini. Pada jiwa-jiwa rojer yang bertumpuk di depan lapak itu saya menemukan kenikmatan yang mungkin sama persis seperti kenikmatan yang didapatkan wanita-wanita sosialita ketika berbelanja. Perbedaan antara gedung dan barang yang dibeli hanya terletak pada kelasnya saja. Mereka berada di kelas nomor satu, sementara saya di kelas nomor dua ratus lima puluh empat, hanya berbeda tipis. Kebanyakan rojer adalah barang impor, dilihat dari labelnya banyak yang berasal dari Cina dan Korea. Rojer sangat membantu bagi kami, termasuk saya yang daya belinya masih lemah, lebih jelasnya yang uangnya cuma sebanyak bulu ikan. Perbandingannya, bila celana panjang baru dijual paling murah seharga 75 ribu, maka saya hanya membutuhkan 10 ribu saja untuk membeli rojer, dengan demikian saya bisa berhemat hingga 65 ribu. Nha, dengan penghematan sebesar 65 ribu, itu artinya pos untuk makan bakso saya bisa aman dan terselamatkan hingga beberapa saat. Ini tentunya terlepas dari peraturan pemerintah tentang boleh tidaknya barang bekas impor diperjualbelikan, khususnya pakaian

……Dibutuhkan ketelitian dan kesabaran dalam memilih untuk mendapatkan barang yang masih layak pakai. Dari saya si penggemar rojer ada tiga pertimbangan utama yang harus diperhatikan kala membeli. Akan lebih baik lagi jika kamu punya lebih dari tiga pertimbangan, setidaknya baik bagi diri kamu sendiri dan bagi tetangga kamu yang sedang bergelantungan itu. Contoh, jika setelah dua jam memilih rojer dan akhirnya pilihan akan ditentukan, maka yang pertama adalah cobalah terlebih dahulu. Lapak rojer tidak menyediakan ruang pas, tanpa melepas baju yang sedang dikenakan, jangan malu-malu, coba saja langsung di lapak tersebut. Rojer tidak pandang ukuran, karena memang barang yang dijual adalah barang bekas dari bermacam ragam bentuk, maka segala ukuran akan bercampur-baur. Boleh jadi pemakai awalnya ukurannya sebesar tong drum atau bisa jadi cuma sebesar lidi. Perlu diperhatikan agar jangan sekali-kali tanyakan ukuran kepada penjualnya, sia-sia, jawaban yang akan diperoleh paling “bongkarilah di situ, cari sendiri yang pas”. Yang kedua, bila sudah pas dipakai, selanjutnya adalah perhatikan dengan seksama segala sudut barang rojer yang akan dibeli. Perhatikan barang tersebut koyak selebar lapangan bola atau tidak. Perhatikan kancing atau resletingnya masih utuh atau tidak, gak lucu donk kalau si junior nongol gara-gara celananya tidak berresleting, apa kata Mak Erot coba?. Dan perhatikan juga apakah bernoda atau tidak, karena memang ada noda yang tidak bisa dihilangkan. Ada noda yang cuma bisa dihilangkan dengan cara paling ampuh, yakni dengan dicelupkan ke dalam wadah yang berisi bensin, diaduk perlahan-lahan dan kemudian disulut dengan api, memang ada noda yang hanya bisa hilang dengan cara seperti itu, bukan noda membandel namanya melainkan noda kurang ajar. Bila dirasa sudah mantap, cocok dipakai, dan barang rojernya masih bagus atau tidak ada cacat, pertimbangan yang ke tiga adalah coba telesik kembali ke belakang. Coba benar-benar pikir ulang apakah barang tersebut memang dibutuhkan atau tidak. Biar kata cuma 10 ribu perak, kalau di rumah saja yang belum sempat dikenakan banyaknya masih dua puluh karung beras lagi, buat apa dibeli, iya tho?. Yang ada di rumah malah membikin semak dan juga menghambur-hamburkan uang, ingat, jangan melakukan sesuatu yang sia-sia.

……BBenar, semua itu terletak pada keikhlasan. Apa pasal tiba-tiba ada kata keikhlasan?. Rojer memang jelas tidak ada hubungannya dengan sepeda, tapi tahukah kamu bahwa rojer ada hubungannya dengan ikhlas?. Ya, ikhlas menggunakan barang bekas. Mereka orang berpunya memakai baju baru yang berharga jutaan, kita yang tidak berpunya juga memakai baju, biar kata bekas. Mereka makan dengan lauk-pauk terhidang beraneka rupa, kita juga bisa makan, walau hanya dengan kerupuk. Mereka dengan uangnya mampu menonton film-film terbaru, kita juga bisa, biarpun yang ditonton cuma sinetron yang kata mereka orang-orang sok pintar itu adalah tontonan yang tidak mendidik. Esensinya sama, sama-sama pakai baju, sama-sama makan, sama-sama refreshing. Sekali lagi, ada pada kata ikhlas.

Iklan

3 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. putricisompet said, on 21 Juni 2014 at 15:25

    kalo di daerah saya.. itu nama’y Cimol,,, hehe
    ***
    Saking kreatifnya dan beragamnya orang Indonesia, tiap daerah punya sebutan masing-masing. Di daerah saya sendiri saja ada tiga sebutan, rojer, monza dan odon, untuk sebutan yang keempat masih saya pikirkan, kira-kira apa ya yang cocok? 😀

  2. Gusti 'ajo' Ramli said, on 21 Juni 2014 at 16:25

    Kalau tempat saya rojer itu alat komunikasi..
    ***
    Yang itu bukannya sendal jepit, mas? 🙄

  3. musayka said, on 22 Juni 2014 at 10:40

    kalau ditempat saya namanya BaBeBo barang bekas bos
    ***
    Kalau BaBiBu Banyak Bicara Buuu…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: