Mudeng ra Mudeng

Prediksi Jitu : 4 Angka Jamin Tembus !!

Posted in Tak Berkategori by nDuk on 19 November 2013

……Bersiaplah karna saya akan mulai berkoar, oleh karna itu silahkan buka jendela kamu lebar-lebar. Prediksi Jitu adalah kata kunci kedua yang disuguhkan WB dalam rangka PKK. Saya ikut meramai? Haya tentu donk, masa judul sudah menggelegar bikin bulu hidung berdiri begono masih gak tau kalau saya ikut meramaikan. Kata kunci Prediksi Jitu pasti gak jauh-jauh dari judi. Judiii…teet. Judiii…teet. Judiii…teet. Tamat. Gak dink, okelah saya mulai, tapi rasanya kok gak seperti biasa, ya? Saya merasa grogi-grogi gimana gitu, iya, berasa grogi minta dijambak, heleh. Ngomongin soal judi, saya percaya kalau judi bagaimanapun bentuk dan cara memainkannya sudah pasti merusak. Kamu percaya juga, bukan? Jika tak ingin anyang-anyangan sebulan penuh, sebaiknya bilang saja kalau kamu juga percaya. Dari sekian banyak judi, meski gak tau pasti berapa banyak, judi togel adalah salah satu bentuk judi yang mampu menjangkau semua kalangan, penyebarannya melebihi wabah cacar air saya rasa. Tak pandang kaya, setengah kaya ataupun setengah hidup, banyak yang keranjingan judi model ini. Saya sih gak tau bagaimana cara mainnya atau bagaimana aturannya. Bah! untuk apa pulak tau yang begituan. Namun, karna banyaknya mereka yang berseliweran di sekitar saya, maka jadilah saya sedikit tau cara yang mereka lakukan untuk mereka-reka nomer berapa yang bakal keluar. Salah empatnya adalah…eng…ing…eng…

*

1.  Prediksi Jitu Yang Pertama Datangnya Dari Mimpi

……Sebel kalau di angdes atau lagi duduk dimana ada yang tanya begini “Tadi malem mimpi apa, dek? Biasanya mimpi anak perawaan paling jitu loh”. Saya jawab saja dengan “Belum beli pulsa saya, bang”, ra uruslah itu jawaban mau nyambung atau enggak, yang penting ada yang bertanya maka sepatutnya saya menjawab, selesai urusan. Eh, gak taunya itu abang gak putus asa dan tanya lagi ke orang yang di sebelahnya “Mimpi apa tadi malem, nek? Mimpinya nenek-nenek sering keluar loh”. Kalau ketemu yang beginian, sekalinya diberi tau mimpi apa, tentulah langsung dibahas. Misal, mimpi digigit ular warna merah di bawah pohon mangga pada siang hari yang sangat terik matahari, di seberang jalan ada abang-abang jual es dawet, mau beli gak punya uang, jadi deh ngacai berember-ember. Nha, dengan kecerdasan yang entah tingkat apa, oleh mereka pecandu judi togel semua itu bakal dieja satu-satu. Ular nomernya berapa, warna merah nomernya berapa, di bawah pohon nomernya berapa, dan seterusnya dan seterusnya. Kemudian ditambahkan, kemudian disilangkan, kemudian diakar kuadratkan, dan seterusnya dan seterusnya. Saya yang nilai matematikanya dapat 3,5 aja ampe pusing mikirnya, apalagi kamu yang nilai matematikanya 3,5 juga tapi nyontek dari saya, mungkin bisa berakibat gak nafsu mandi. Jika ada yang tanya demikian sama kamu, sebaiknya anggap saja suara berisik dari radio rusak yang gak laku dijual kiloan.

*

2. Prediksi Jitu Yang Kedua Datangnya Dari Media Massa

……Setau saya media yang digunakan sebagai rujukan adalah koran. Bagi mereka yang sudah agak melek mungkin menggunakan internet, maka itu ada proyek PKK yang turut saya ramaikan ini. Karikatur-karikatur yang sejatinya sebagai hiburan, bagi mereka yang sekali lagi, keranjingan judi togel adalah gambar yang bisa ditafsirkan menjadi angka-angka jitu. Dan, prediksi angka tersebutlah yang kemungkinan akan keluar untuk esok hari. Gambar yang seringnya tidak saya ketahui apa maksudnya dan membuat jidat lebar saya berkerut hingga 7 lipatan, oleh mereka adalah penampakan dari rumus-rumus angka. Maka jadilah seharian mengutak-atik angka, tak peduli istri butuh duit untuk beli emas dua karung, bukan, untuk beli tempe maksud saya.

*

3. Prediksi Jitu Yang Ketiga Datangnya Dari Kode Alam

……Entahlah dari mana jalan dan ceritanya mengapa bisa disebut dengan istilah kode alam. Oleh mereka pecandu dan penggila judi togel, segala kejadian adalah kode alam, mulai dari kecelakaan, sapi beranak sapi, tikus masuk got, ampe mangga dicuri segalapun termasuk kategori kode alam. Hal-hal yang menurut badak kayang ataupun menurut kebo ngupil adalah biasa aja dan gak ada ganjil-ganjilnya sama sekali, tetap saja harus dibahas!. Bagi mereka, sudah barang tentu ada nomer dibalik semua kejadian-kejadian tersebut. Contoh, ada cewek naik motor yang nyungsep di parit, tak perlulah kamu tersenyum begitu, ini hanya contoh, dan ini jelas bukan saya. Mereka, abang-abang, uwak-uwak dan semua yang ada di warung yang kebetulan dekat dengan lokasi jatuhnya cewek tersebut otomatis berhamburan keluar. Mereka ngapain? Yang pertama dilihat adalah…, nomer platnya berapaa..?!! Hello…gak dilihat dah ada cewek terjengkang di parit minta ditolongin. Trus mereka ngapain? Ditanya-tanya deh “Umurnya berapa, dek?” atau “Nomer sepatunya berapa, dek?” Hello…gak dilihat dah tuh orang masih shock abis jatuh. Mana nyawa berasa belum ngumpul, mana kaget lihat motor kreditan penyok, e, si abang malah nanya ini itu, udelnya dimana coba?!, lagi saya jelaskan, cewek yang nyungsep tersebut bukan saya. Setelah itu mereka ngapain lagi? Mulai deh tanya “Mimpi apa tadi malem, dek? Mimpi perawan biasanya manjur loh”. Kalau beneran jumpa orang-orang macam begitu, enaknya digimanain? Betul! emang paling cocok kalau disedot pake vacuum cleaner! Biar musnah!.

*

4. Prediksi Jitu Yang Keempat Datangnya Dari Tanya Ke Orang Pinter

……Namanya juga orang sedang gila judi, mana mungkin bisa berfikir yang bener. Bukan hanya ke orang pinter, segala jenis orang sudah pasti bakal ditanya, bisa jadi sampe ke orang gilapun bakal ditanya. Mungkin yang ada di batok kepala mereka cuma nomer, nomer dan nomer berapa yang akan keluar. Bahkan, bukan saja bertanya kepada mahluk yang bisa membalas omongan, sama pohon gede, sumur tua, ampe sama yang ada di belakang rumahpun pake ditanya-tanya segala. Padahal, paling yang ada di belakang rumah cuma jamban. Hedeh…, masa tanya sama jamban sih?! Waras gak tuh orang?.

*

……Akhirnya sampai di ujung juga, baiklah, cuy, saya beri tau ya, katanya judi itu nyandu, nha, nyandu yang gak bener sebaiknya jangan dicoba. Judi juga merusak, bukan hanya merusak mata, mata pencarian maksud saya, tapi juga merusak akal sehat. Demikianlah, cuy.

“Artikel ini turut mendukung gerakan PKK Warung Blogger”


Apaan?

Posted in Tak Berkategori by nDuk on 17 November 2013

Hai, apa kabar?

Saya? Saudara bertanya kepada saya? Tidak salah? Saya hidungnya ngembang, loh.

Iya, anda. Apa kabar?

Saya baik, sangat baik malah. Tapi, maaf, saudara siapa ya? Karena setelah saya obok-obok semua ingatan saya, sepertinya saya tetap tidak ingat juga. Kita pernah saling kenalkah?

O, perkenalkan, saya utusan LJ. Saya mencari anda untuk memastikan bahwa hadiah yang diberi oleh Nyonya saya telah sampai di tangan anda dengan selamat sentosa.

Benarkah?! Akhirnyaaa…, walau kata kopdar dengan Nyonya saudara adalah mendekati tidak mungkin, setidaknya saya pernah kopdar dengan saudara. Benar, hadiah sudah saya terima pada hari Jum’at tanpa kurang satu apapun. Senang sekali menerimanya, hingga meledak meletup perasaan saya sepertinya.

Boleh saya tanya-tanya sedikit?

Silahkan, banyak juga gak masalah, asal pas bayarannya.

Anda bisa saja. Yang ingin saya tanyakan adalah bagaimana anda bisa menjawab, lebih tepatnya, bagaimana jawaban anda bisa mendekati dengan jawaban sebenarnya? Anda pakai dukun? Dari mana?

Tidak, saya tidak pernah pakai dukun. Saya mending pakai celana ketimbang pakai dukun.

Tapi mengapa jawaban anda bisa mendekati? Sangat mustahil menurut saya, karena saya tau, anda sekalipun belum pernah ke Bandung, bukan?

Tak perlulah saudara curiga atau merasa bagaimana kepada saya. Dalam mimpi yang tidak berongkospun saya takut ke Bandung, bukan karena apa, hanya saja saya takut tersesat. Coba kalau dalam mimpi saya tidak bisa pulang, siapa coba yang mau menolong saya? Saya rasa saudarapun tak akan bersedia. Soal kemenangan saya, itu hanya semata-mata bantuan mesin pencari. Tinggal ketik, enter, gampang toh?.  Mengapa Bandung? Saya rasa sudah bukan lagi rahasia antara Nyonya saudara dengan Bandung.

O, begitu, maaf jika saya sudah menuduh yang iya-iya tentang anda. Bisa lihat buku apa yang dikirim Nyonya saya kepada anda?

Sebaiknya jangan, saya takut rasa cemburu saudara semakin menggunung nanti.

Anda sendiri yang memilih buku tersebut atau bagaimana?

Sebenarnya Nyonya saudara menyuruh saya untuk memilih antara dua, yakni rumah seharga 2 M atau buku. Dan beliau menyatakan bahwa pemenang yang lain ingin buku, maka jadilah saya yang sudah punya lebih dari 20.000 rumah juga tertarik untuk memilih buku. Buku yang sama dengan pemenang yang lain.

Kemudian, jika hari Jum’at atau dua hari lalu buku tersebut sudah anda terima, berarti anda sudah selesai membacanya kan?

Benar, saya sudah selesai membaca, mmm…selesai membaca judulnya maksud saya.

Anda tidak tertarik dengan bukunya?

Eits, jangan berkata demikian, demi jemuran yang tetap berdiri tegak dalam keadaan bagaimanapun, seribu persen saya sangat tertarik dengan buku itu!.

Bukannya tolok ukur anda sejuta persen? Berarti seribu persen tidak ada apa-apanya donk.

Begitupun boleh, terserah saudara sajalah. Sekarang, saya harus segera tarik diri, ada sepiring tempe goreng yang harus saya selesaikan dengan segera. Masih ada yang ingin saudara tanyakan?

Sudah, sudah cukup, sebaliknya, ada yang ingin anda tanyakan? atau ada yang ingin anda sampaikan kepada Nyonya saya?

Tolong sampaikan saja ucapan terimakasih saya kepada beliau.

Hanya itu?

Ya, karena memang hanya sebatas ucapan itu yang saya punya.

Baiklah, jika saya tidak lupa pasti akan saya sampaikan. Terimakasih.

Kembali kasih dari saya.

Cakap-Cakap

Posted in Tak Berkategori by nDuk on 10 November 2013

 Suatu siang karena iseng sedang tidak ada kerjaan kami berdua coba nyambangi tempat makan dengan menu ayam goreng yang katanya enak. Katanya loh ya, saya sendiri belum pernah mencobanya, kasian bener, hiks. Begitu buka pintu, tarra… lihat-lihat harga yang ada di foster, wuidih, muahal!. Kalau saja kami sempat makan ayam goreng yang ada di foster itu, sudah bisa dipastikan tiga hari selanjutnya bakal makan putih alias makan berlaukan kerupuk tok. Kami gugup begitu tiga orang penjaga toko dengan senyum paling mematikan nanyain mau pesan apa. Kami yang niatnya cuma iseng doank langsung bingung mesti gimana, pasalnya lagi gak bawa duit, tepatnya gak punya duit untuk yang begituan.

 “Mau pesen apa, mbak?”sambut penjaga toko dengan senyum aroma ayam goreng

“Ntar ya mbak liat-liat dulu” kata teman sambil ngeliatin foster gambar ayam goreng dengan aneka gaya

“Haduh kak, budget kita mana cukup, kalau untuk satu orang aja ampe segitu, mau berapa lagi coba?” saya ngomong sok iye ke teman buat nutupin kalau sebenernya kita cuman iseng doank.

“Ya udahlah, kita cari yang lain aja” kata teman, dan kami pun ngacir tanpa rasa bersalah. Di luar toko kita terkekeh-kekeh. Sebenarnya sih ngetawain diri sendiri yang gak sanggup beli ayam goreng, hiks.

 *

“Kak, minuman yang beli dua dapat satu yang mana?” melototin kulkas berpintu transparan

“Heh?” si kakak penjaga bingung macam anak ayam kehilangan induk

“Iya, minuman yang beli dua dapat satu yang mana?” masih ngeliatin kulkas

“Heh?” lagi-lagi si kakak bingung, kali ini macam anak ayam kehilangan jati diri

“Kok bingung? Eh anu, maksud saya minuman yang beli dua dapet gratis satu yang mana, kak?”

“Ya ampun bilang kek daritadi, ini ni yang ini yang gratis satu” si kakak nunjukin salah satu minuman

Itu percakapan saya di mini market suatu ketika, ada yang salah? Gak toh? Bener, si kakak saja kurang paham dengan apa yang saya maksud. Beliau bingung dengan kalimat saya“beli dua dapat satu”. Mungkin menurut beliau mana mungkin ada orang yang beli dua tapi mau cuman dikasi satu. Intinya, pikiran si kakak kurang menyatu dengan pikiran saya yang paling demen gratisan.

 *

“Nek, ini kuenya berapaan satu?” kata si kakak cantik nunjukin kue-kue

“O, iku rong ewu telu, nak” jawab nenek penjual kue yang masih sibuk ngeladeni pembeli yang lain

“Gak bisanya dua ribu tiga, nek?”  tanya si kakak lagi

Saking nahan ketawa, saya yang ada di samping si kakak cantik sampe pengen nelen steling kue si nenek idup-idup. Si kakak gak tau kalau rong ewu telu itu sama dengan dua ribu tiga. Podo!.

*

~  Maaf sebelumnya, karna bagi saya apdet blog harus dipaksakan, maka lahirlah apdetan ini, gak lucu yang dipaksa lucu.  Sekian deh, cuy.

 

Cerita ABG ML di Studio Foto

Posted in Tak Berkategori by nDuk on 5 November 2013

 ……Santai aja, gak usah pake jejingkrakan gitu liat saya apdet ini blog. Gak perlu segitu histerisnya lah, ampe ngejambakin rambut segala. Saya kemaren-kemaren gak kecium bau badannya kemana aja? Gak perlu saya ceritain ya, takutnya nanti gara-gara saya ceritain bisa berakibat KLB, kamu-kamu yang baca malah keracunan massal. Kalau sudah begitu saya juga nanti yang direpotkan.

……Pernah lihat ABG lagi berML ria? Silahkan pegang pinggir ranjang kamu kuat-kuat agar tidak terkejut lahir dan batin kalau saya katakan bahwa, saya pernah!.

……Entahlah salah makan apa saya ketika itu hingga bisa mendapati yang demikian. Tepatnya di studio foto!. Ngapain saya keluyuran ke studio foto? Pake nanya segala, ngapain lagi coba? Jelas numpang ngaca donk!, gak dink becanda. Ada sedikit keperluan yang mengharuskan saya pergi ke tempat itu, tepat sekali, apalagi kalau bukan difoto atau mbuat foto atau apalah itu, gak mungkin kan masa ke studio foto mau nyuci kain, bisa dilempar sapu ijuk saya sama ABG yang njaga di garda paling depan. Lebih pasnya karena saya memerlukan pas foto, maka dengan kebijaksanaan dan kepintaran yang saya punya, larilah saya ke studio foto yang bisa langsung selesai tanpa nunggu besok atau sampai dua tahun ke depan.

…….Ketika saya ditanya sama ABG yang berada di depan perihal ada keperluan apa mendatangi studio foto milik mereka yang paling laris dan paling dicari-cari seantero kota madya itu, keringat sebesar sepeda motor mulai bercucuran dari tubuh saya. Maklum saja, saya memang grogian orangnya, udah grogian, keren pulak!. Artinya grogian yang keren gitu. Saya pandang beliau, haduh! ML, gak ada senyumnya sama sekali, entah tikus mana yang mencurinya. Juteknya amir-amir, ngalahin emak-emak lagi tanggal tua. Saya mintain tolong sekalian nanti hasil foto saya copiin dari CD ke FD, e, malah disuruh nambah sepuluh rebu lagi, dikira duit tinggal njaring di belakang rumah apa ya?. Menurut kebijakan perusahaan mereka sih katanya emang gitu. Saya ngotot bilang kalau tinggal copas doank dan itu gak butuh banyak tenaga, itu ABG ML lebih gak kalah ngotot kalau emang udah gitu caranya.

……Omong punya omong, daripada menjadi pemicu perang dunia ketiga akhirnya kita deal, saya difoto, jpreet!, tanpa copas ke FD dan nunggu. Selain memandangi ABG ML yang tak jauh dari hadapan saya, menunggu yang katanya bikin jemu saya selingi dengan melototin barang-barang jualan yang dipajang di etalase. Saya gak punya alat yang bisa digunakan agar terlihat keren waktu menunggu, semisal buku atau tablet. Yang saya punya hanya tablet pereda flu, gak lucu donk, masa kalau orang lain nunggu sambil geser-geser layar tablet, sayanya malah nunggu sambil nenggakin tablet flu bolak-balik. Foto yang kata ABG bisa selesai dalam waktu setengah jam, sampai satu jam gak selesai juga. Sudah hampir habis semua barang pajangan saya lihat satu persatu plus segala sudut wajah ABG ML. Ketika saya tanyakan ke ABG ML, saya malah disuruh nunggu lagi. Lagi-lagi saya duduk, lima belas menit berlalu kembali saya tanyakan perihal foto saya apakah sudah selesai atau bagaimana. Kontan saja saya disuguhi ML pangkat tiga, dengan menggerutu si ABG mencari-cari foto saya, dan, benar saja, ternyata sudah selesai!, haduh… Saat saya bilang terimakasih juga tak disambut, haduh lagi. Tak ambil pusing, mungkin paginya itu ABG ketelen wajan makanya seharian pasang ML mulu. Atau mungkin saya yang harus berkaca? Iya sih memang saya sedikit menyebalkan, eits, sekali lagi saya katakan, sedikit.

 *

  • ABG = Adik Bikin Gregetan
  • ML = Muka Lipat

“Artikel ini turut mendukung gerakan PKK Warung Blogger”


Amkitid

Posted in Tak Berkategori by nDuk on 28 September 2013

……Hai semuanya…..yang duduk, yang berdiri, dan yang bergelantungan, kabar apa? Idih! Belum hapa-hapa kok udah mesam-mesem gitu? Kayak baru nembus empat angka kali lima aja. Dan wajah kamu itu loh keliatan bener girangnya, pasti karna saya apdet blog ini, ya kan?. Saya sangat tau kalau kamu sebenarnya kangen berat dan juga kangen banget sama saya yang tak terbantahkan ini. Gak usah malu-malu ampe gigi kamu pada naik turun gitu, ngaku aja deh. Ntar yang mau ngaku bakal saya kasih senyuman paling mematikan dari sini. Kemaren-kemaren kemana aja? Kemaren itu saya ceritanya lagi sok sibuk jadi gak sempat ngapdet blog. Sibuknya amir-amir, ngelirik kucing mandi di papan aja gak sempat. Itu versi sok sibuknya, versi jujurnya apa lagi kalau bukan karna malas. Dua minggu yang lalu adalah jaya-jayanya rasa malas saya. Malas yang nemplok di pundak saya sungguh tak tertolong lagi. Jangan kata mau ngapdet blog, mau pelesir ke Bali aja kaki ini berat sekali. Jangan percaya, kalau yang itu sih karna kantong saya malas nyari duit. Mulanya ada sedikit keinginan untuk apdet blog, ya walau cuma beberapa kata yang entah apa, seperti “Siang hari ketika mata saya tertuju pada sebuah benda. Tamat.” Gak lucu donk kalau segitu doank. Alih-alih mau lempar posting sembunyi komen, yang ada saya malah sembunyi posting sembunyi komen. (Semoga yang punya judul kaga mbaca, yang katanya mau kasih liat tips lempar posting sembunyi komen, katanya loh ya :P)

……Kali ini saya mau ngomongin tentang amkitid. Kamu tau apa itu amkitid? Tidak? Baru dengar? Aneh? Bingung? Pusing? Mual? Bibir pecah-pecah? Kudis kambuh?. Kalau kamu penasaran ingin tau coba tanya ke abang tukang tambal ban yang mangkal di perempatan. Amkitid adalah sebuah akronim. Kalau akronim kamu tentu tau donk ya. Saya kasih contekan deh biar sama-sama kita nyonteknya, akronim adalah kependekan yang berupa gabungan huruf atau suku kata atau bagian lain yang ditulis dan dilafalkan sebagai kata yang wajar, boleh saltem dari KBBI. Di jagad maya ini mungkin hanya kami -saya dan beliau yang aduhai itu- yang tau apa itu amkitid. Amkitid kami gunakan sebagai salam akhir setelah berhaha-hihi chat di facebook. Merupakan suatu kebanggaan bisa berteman dengan beliau yang aduhai itu. Saya lupa entah kapan, dimana dan bagaimana internet bisa mempertemukan kami. Jelasnya jika di dunia nyata, seorang saya mungkin tak akan pernah punya nyali untuk menyapa beliau. Boleh jadi jika berhadapan langsung saking gugupnya keringat sebesar semangka bakal mengucur deras dari tubuh saya. Saya senang benar, karna dengan internet saya bisa berinteraksi dengan orang-orang hebat, termasuk beliau yang aduhai itu. Selain itu, di jagad maya ini bodoh dan borek saya bisa sedikit saya tutupi, percuma donk ada mbah google yang bisa ditanya segala macam. Kemudian tentang amkitid, jika kamu hebat bin keren coba tebak apa itu amkitid. Saya tidak akan pilih kasih, TIDAK ADA hadiah menarik secuilpun bagi kamu yang benar atau yang salah menebak. Namun bersyukurlah, setidaknya kamu bisa unjuk kekerenan di hadapan saya jiika benar menebak.

……Akhir kata, amkitid for a better life, cuy…

Besok

Posted in Tak Berkategori by nDuk on 8 September 2013

……Jika hari esok memang ada, maka besok adalah hari yang penting bagi saya dan sudah pasti gak ada penting-pentingnya bagi orang lain, bisa jadi termasuk kamu. Bukan, bukan karna besok saya akan melahirkan lima biji anak kembar berselang dua tahun sekaligus, hawong ngaduk dodol aja belum, pegimana bisa ndangdut ini saya punya perut?. Bukan juga karna saya akan diwisuda, belum punya duwit saya untuk ke sana, kalau kamu mau ngeduwiti sih akan saya terima dengan tangan sangat terbuka dan pasrah. Kamu pengen tau mengapa besok itu saya sebut sebagai hari yang penting? Beneran pengen tau? Sini, sini saya tonjokin, eh bukan dink, sini, sini saya bisikin. Kemarikan kamu punya kaki, salah! bukan kaki, tapi itu kuping, coba kemarikan kamu punya kuping biar saya bisikin. Stststsst..stststst…stststst..stststst…. Harus saya bisikin karna ini adalah rahasia kita berdua, etapi, kalau orang sekampung kamu pengen tau gak mengapa dink, biar jadi rahasia kita sekampung. Nha, setelah saya bisikin kamu jadi tau kan mengapa sebab saya bilang kalau besok adalah hari yang penting bagi saya. Perduli hantu deh penting atau kaga bagi kamu dan bagi teman-teman kamu yang pada gak napak di belakang kamu itu.

……Saya sungguh gak nyangka hari yang saya idam-idamkan tepatnya hari besok akhirnya akan tiba juga. Kamu tahu sudah berapa lama saya menunggunya?. Jika saya beritahu pasti kamu akan ikut gemetar bersama saya, ikut merinding dan keringat dingin merasakannya. Dan semoga jika saya beri tahu nanti sesak nafas dan juga migraine kamu tidak ikut kambuh. Coba bayangkan, mm…tanpa mengurangi rasa hormat, untuk membayangkannya coba kamu tanggalkan dulu gigi palsu kamu itu, hiya ampuun, itu hidung kamu yang semolehai palsu juga ya? Sekali lagi, tanpa mengurangi rasa hormat, tolong tanggalkan segala apa yang palsu pada diri kamu. Haduh! Jangan bilang kalau senyum kamu itu palsu juga. Jika sudah, sekarang coba kamu bayangkan, bayangkan berapa lama saya harus menunggu hari esok. Saya itu menunggu hari esok sudah lama sekali, lamanya itu bisa jadi seperti menunggu pakaian masih basah hingga akhirnya kering dengan sendirinya di jemuran. Sungguh waktu yang benar-benar lama, bukan?. Yang sudah tidak punya dalaman kering pasti merasakan betul beban ini.

……JJelas saja saya tidak ingin hanya bersantai ria untuk menunggu kedatangan hari besok. Dalam penantian yang sangat lama itu saya habiskan dengan menguras banyak energi, apalagi kalau bukan dengan makan, tidur, makan lagi, tidur lagi, makan lagi dan tidur lagi, ya, saya akui sudah macam kambing saya ini. Biar kata macam kambing masih mendinglah, ha ketimbang kamu? Kamu kan sudah macam burung cendrawasih gitu, eloknya bukan main, mekar dah tuh idungnya pada. Eh ya, tadi sewaktu saya bisikin, kamu pasti gak ndengerin kan? Iya kelihatan dari mimik kamu yang bingung itu, macam tersedak wajan sekalian kompornya. Okelah, karna sudah malam dan saya perhatikan kamu dari tadi serius bener pengen tau maka itu saya beri tau, besok itu……, hari Senin! Kamu pura-pura lupa ya?!. Trus, mengapa penting buat saya? Karna besok adalah hari Senin tepat tanggal 9, pada hari itu dan tanggal segitu saya tidak gajian, tidak pula berulang tahun dan dapat gratisan pun sangat jauh dari kata mungkin. Kalau begitu pentingnya apa buat saya? Emang harus ada alasannya gitu?. Iya, emang pentingnya kenapa? Penting ya…..karna penting aja deh gak penting banget.

Paket

Posted in Tak Berkategori by nDuk on 2 September 2013

…..Di postingan kali ini saya sungguh bingung juga puyeng harus memulai dengan huruf apa. Lamaaaaaaa sekali saya berfikir untuk memulainya, iya, lamaaaaaaaa sekali. Oleh sebab dan karena saya harus berpikir lamaaaaaaa sekali maka saya akhiri saja postingan saya ini. Gimana? Setuju? Oke baiklah, sekian dan terima kasih.

…..Etapi, gak jadi dink, ada yang ingin saya ceritakan. Ya kalau kamu mau ndengerin gak hapa-hapa, kalau gak mau ndengerin gak hapa-hapa juga, Bang Supri gak bakal gulung tikar gara-gara itu. Baiklah saya mulai, tahan nafas kamu kemudian berlarilah mendekat kepadaku biar kau rasakan betapa memesonanya diriku, halah. Hari ini, kamu tau hari apa hari ini? Tau? Kebangetan deh kalau gak tau, nenek-nenek lagi goyang ngecor aja gitu ditanya hari ini hari apa langsung tau, masak kamu yang kembaran daun pintu gak tau hari ini hari apa. Yaps, hari ini hari Senin, nemplok di tanggal 02 September 2013. Dan hari ini hari pertama kita masuk kerja di bulan sembilan, namanya juga awal bulan, kebo kayang juga tau. Ampun dah, prasaan baru kemaren aja deh mbuang kelender taun 2012 gak taunya udah delapan bulan aja terlewati. Dan saya masih begini-begini aja, halah gak usah pongah gitu, kamu juga paling cuma begitu-begitu aja. Tuh buktinya, dari dulu kamu mandi itu kuping masih aja nempel di situ, kamu emang paling gak bener mandinya.

……Oke balik lagi dengan apa yang ingin saya ceritakan. Hari ini seperti hari-hari biasanya, bersemangatkan mencari dompet jatuh, gak dink, bersemangatkan mencari rezeki, saya berangkat kerja dengan mantap unggul jaya. Setibanya di tempat kerja, saya adalah orang kedua yang datang paling awal, sungguh prestasi yang membanggakan dan layak diapresiasi juga pantas diberi hadiah duwit sekarung. Bukan tanpa alasan mengapa saya datang lebih awal. Hal itu karna pada hari Sabtu sebelumnya ada sebiji emak yang mengabarkan bahwa paket yang beliau kirim telah sampai.  Wohaaa…girang bener donk sayanya. Gak perlu kamu bayangkan bagaimana datarnya ekspresi saya karna memperoleh kejutan. Saya ini emang GWD (Golongan Wajah Datar), mau seneng, mau sedih, mau capek, mau nyungsep, ini wajah bawaannya datar aja, minus ekspresi. Sebenarnya bukan datar sih, lebih tepatnya…mmm…lebih tepatnya.., ah, ntar deh kalau kapan hari kita ketemu, kamu bisa simpulkan sendiri saya ini termasuk dalam GWD atau tidak.

……Begitu masuk, langsung saja saya tanya ke teman di mana paket yang ditujukan untuk saya disimpan. Dan wah! Betapa kagetnya saya ternyata paket itu sungguh besar, kira-kira segini, iya segini, kelihatan kan?. Yang semakin membikin saya tambah girang adalah alamat yang ditulis dengan tulisan tangan sang pemberi paket, rapi beneeer. Sebenarnya saya sendiri sih gak yakin kalau itu tulisan beliau, hawong beliau itu nulis di msword aja cakar ayam kaga bisa dibaca, konon lagi kalau nulis pakai pena? Gak kebayang deh. Saya amati paket tersebut baik-baik, dari setiap sudut, dari setiap sisi. Rasa penasaran saya pun mulai kurang ajar. Ada perang yang berkecamuk di pikiran saya. Di satu sisi saya ingin membuka paket tersebut, namun di sisi lain saya ingiiiiiiiiiiiiiiin sekali membuka paket tersebut, maka jadilah dengan barbar saya membukanya. Persis orang yang masih merasa kurang kala makan sambel yang jadi pengen langsung nelen cobeknya sekalian bulet-bulet, bener-bener gak nahan.

……Jdaaar-jdeeer-jdoooor, begitulah mungkin suara hati saya kala membuka paket tersebut. Rasa itu bercampur aduk, sudah pasti ada rasa senang yang amat sangat, ada rasa merinding, ada rasa gemetar, ditambah dengan keringat dingin, ditambah kesemutan, ditambah lagi encok, halah!. Dan wah! Setelah paket itu terbuka, wah!, sungguh dibuat kaget terkejut dan terperangah saya ini, ternyata isinya ada macem-macem. Ada apa aja? Macem-macem dah pokoknya. Macem-macemnya apa aja? Ya macem-macem. Gak perlu saya sebutin, ntar kamu-kamu pada iri. Nha, kalau sudah iri begitu kan saya juga yang susah nantinya. Sudah gitu aja, intinya hari ini saya mau pamer dapet paketan dan isinya ada macem-macem. Macem-macemnya apa aja sih? Ya pokoknya macem-macem. Nanti atau besok-besok kalau kamu pipisnya udah bener baru saya kasih tau macem-macemnya apa aja, ocey? Ocey donk, kalau gak ocey saya cabuti tuh bulu kaki kamu satu-satu plus saya jepret nih pake karet gelang. Ocey? nha, gitu donk, ocey!.

……SOkelah, karena malam sudah semakin matang baiknya saya akhiri saja sampai di sini. Dan untuk yang terkasih, makasih wat paketna ea.

Pose

Posted in Tak Berkategori by nDuk on 25 Agustus 2013

Sedang di kamar sedang sepatu baru,

Pose, pasang wajah bengis bak preman lagi mengiris buncis

Sedang di kamar sedang  coba baju,

Pose, muka manis imbangi model kelas atas menahan pipis

Sedang di kamar sedang berlipstick,

Pose, tampang anggun tampakkan bibir manyun penebar racun

Sedang di kamar sedang kutang baru,

Ups, sebelum lagi genap umurmu sepuluh tak baik melihat yang begitu, etapi, bodoh amat!, pose!

 

Sedang di kantor sedang banyak kerjaan,

Pose, muka ditekuk di meja kertas bertumpuk, biar kau tau betapa aku lagi sibuk

Sedang di kantor sedang gajian,

Pose, wajah sumringah seolah bintang ada dimana-mana, indah…

Sedang di kantor sedang berselisih,

Pose, ambil raut paling sedih, lihatlah aku yang suci ini tak patut diadili

Sedang di kantor sedang bengong

Pose, aneka gaya tercipta seketika dua giga penuh sekejap mata

 

Sedang di tempat makan sedang jumpa teman,

Pose,  gaya akrab bagai saudara kembar lama terpisah baru bertemu padahal lirik dia punya merek baju

Sedang di tempat makan sedang menunggu makanan,

Pose, wajah cantik menahan sikap hingga jentik harus diam dibuat tak berkutik

Sedang di tempat makan sedang tersaji makanan,

Pose, aku dan santapanku adalah satu yang padu

Sedang di tempat makan sedang selesai makan,

Pose, senang riang dengan peralatan makan berserak di atas meja dalam hati berkata supermi adalah menu tiga minggu selanjutnya.

 

Sedang di gunung sedang senja,

Pose, wajah redup bak sang penyamun bosan hidup

Sedang di pantai sedang banyak angin,

Pose, gaya melayang  saingi layang-layang putus benang

Sedang dimana sedang apa,

Pose, pose, pose!

Sedang dimana sedang bagaimana,

Pose, pose, pose!

 

Semua cantik punya semua oke punya, upload….

.
.
* Apdetan THH 😛

Gagal

Posted in Tak Berkategori by nDuk on 18 Agustus 2013

……Apa kamu liat-liat saya macam begitu, gak senang?! (nih orang apasih? Pagi-pagi dah ngedumel, ngimpi diseruduk kambing kali ya tadi malem). Emang kalau mata saya bengkak, hidung saya meler dan rambut saya acak-acakan karna abis nangis seharian, kenapa emang?! Aneh? Lucu? Hah! (apasih maksudnya? baru sarapan sabun mandi kali ini). Gak perlulah kamu tau saya nangis karna apa, gak usah deh, gak usah sok peduli gitu. Urus aja urusan kamu sendiri, urus aja no pakaian kotor kamu yang seminggu belum kamu cuci atau itu tu urus aja sisa daun ubi tumbuk yang nempel di gigi kamu itu (idiih..yang sok peduli juga siapa…? Lagian siapa bilang sisa daun ubi yang nempel di gigi ane, pegh! Ini sih sisa kandang ayam, tauk!).

……Kamu tau kalau saya merasa gagal saat ini? Hah! (peduli amat!). Saya merasa gak layak (bodo dah!). Saya merasa seperti pencundang, walau terdengar lebay tapi memang begitulah yang saya rasakan (bilangin situ apa maumu, raurus!). Hiks..hiks…hiks… (halah, biar kata ente nangis ampe nyungsep sekalipun ane kaga peduli. Ish, mana ingusnya pake beleleran kayak gitu lagi, dilap napa pake golok atau pakai apa gitu). Hiks…ya sudah kalau kamu tetep maksa agar saya cerita kenapa saya nangis seharian, baiklah saya ceritakan apa sebabnya (ogah ah, paling juga ceritanya cuman bikin wabah mumen merebak). Kamu tau berapa banyak kuis yang sudah saya ikuti? Tau? Jawab donk! Jangan cuma melotot doank macam ikan asin lagi dijemur gitu (busyet! kurang kerjaan apa ngitungin begituan? Mana dibilang macam ikan asin pulak! Hei…asal ente tau ya, ane bukan macam ikan asin tapi lebih pasnya macam cicak kejepit pintu, sepele ente!).

…….Hiks…sekian banyak kuis yang saya ikutin akhir-akhir ini gak satupun yang berhak ngedapetin hadiah, hiks…saya gagaaaaaal….(mau berhasil kek, mau gagal kek, gak ada hubungannya juga sama sepeda. Ane rasa wajar kalau gak dapet hadiah, wong isinya paling asal-asalan gitu. Itu juri pada memang udah ngambil keputusan yang setepat tepatnya keputusan). Semangat saya terperosok ke dalam comberan yang dalam (comberan mana yang dalem? kurang dalem tuh, sekalian napa keperosok ke dalem jurang biar tinggal nimbun pake tanah). Saya bertanya-tanya memang tidak layakkah saya untuk sebuah hadiah? (saelah, udah gak dapet ya gak dapet aja, gak ngaca apa? Makanya kalau beli kaca tuh yang lebar, selebar tanah Lik Thohir bila perlu). Dan agaknya pengorbanan saya makan tiga kali sehari dan mandi dua kali sehari masih kurang, toh ternyata saya tidak dapat hadiah juga (makan sama mandi dibilang pengorbanan? apa pulak yang dikorbankan?! Giginya itulah yang dikorbankan).

……Tapi walau bagaimanapun juga saya harus tetap berjuang (Belanda masih jauuuh…berjuang aja sendiri, ane sih ogah!). Kekalahan-kekalahan ini adalah cambuk untuk saya (ente sih pantesnya dicelurit, kelamaan kalau dicambuk). Tak akan lagi kamu liat mata saya bengkak karna nangis seharian, saya janji! (kalau bisa sih sekalian aja gak ngeliat ente lagi). Baiklah, terimakasih sudah mau mendengarkan saya (ane kaga ndengerin bener-bener, gak usah kege-eran, ngeliat wajah ente aja udah sepet rasanya). Semangat! Semangat! Semangat! (jangan kenceng-kenceng ngomongnya, cih! mana pake muncrat lagi!. Segera ane sucikan dah ini badan yang kena muncratan, bikin kerjaan aja)

.

• Assyiiik…kegagalan yang berbuah apdetan 😛

B-)

Posted in Tak Berkategori by nDuk on 5 Agustus 2013

*

Adalah sebagai pembuktian bahwa saya termasuk makhluk sosial, heleh! 😀

Banner ini diikutkan pada lomba bikin flash di metamarsphose

*

*